KALUNG BIOFIR

KEISTIMEWAAN SINAR BIO FIR
  • Sinar ini memiliki panjang gelombang 6-14 u (micron) sebagaimana dikandung sinar matahari pagi jam 07.00-09.00.
  • Pancaran sinar Bio FIR tidak memerlukan media penghantar.
  • Reaksi gelombang sinar Bio FIR mampu menghidupkan materi fisiologi yang terbentuk dari molekul-molekul. Saat sinar bio bertemu dengan materi, sinar Bio FIR memacu molekul-molekul bergetar semakin cepat dan kuat.
  • Kekuatan daya tembusnya sangat kuat, reaksi hangatnya sangat bagus dan dapat menembus ke dalam jaringan bawah kulit, mengembangkan pembuluh darah halus dan menghidupkan sel-sel, melancarkan peredaran darah dan metabolisme serta membuat badan menjadi lebih sehat.

Ingin tahu selengkapnya berikut Kegunaannya klik Biofir disini.

------------------------------------------------------


AMEGA GLOBAL
Building Wealth Through Wellness

Perlu alat bantu kesehatan dengan magnet yang memiliki kekuatan dari 2000 hingga 3000 gauss (satuan ukuran magnet) dan alat ini membantu memperbaiki dan memperlancar system Metabolisme tubuh manusia, coba dan buktikan sendiri.
Masih Penasaran klik Amega Global

Ketidaksuburan Pasutri, 40% Dari Faktor Suami

Perempuan sering kali disalahkan jika selama masa pernikahan yang cukup matang belum juga dikaruniai momongan. Disadari atau tidak, tak selamanya masalah kesuburan selalu ada pada wanita. Dalam seminar bertajuk “Becoming Pregnant” yang diadakan di Gading Pluit Hospital beberapa waktu lalu, masalah kesuburan bisa juga terjadi pada pria.
“Jika selama menikah belum dikaruniai momongan, bisa jadi ada masalah fertilitas baik dari perempuan maupun laki-lakinya,” ujar Dra. Laksmi Wingit Ciptaning, M.Si, embriologist dari Teratai Fertility Clinic di rumah sakit tersebut.
Laksmi mengatakan, masalah ketidaksuburan pada pasangan 45% berasal dari faktor istri, 40% dari faktor suami, dan 15 % sisanya dari faktor yang tidak diketahui. Kesempatan yang baik untuk hamil berada pada satu tahun pertama, yakni seharusnya kehamilan sudah bisa terjadi jika suami istri melakukan hubungan suami istri secara teratur (sekitar 2-3 kali dalam seminggu), dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.



Masalah kesuburan pada perempuan seperti banyak diketahui berupa adanya kista, masalah pada indung telur, dan berbagai macam masalah yang menyebabkan wanita berisiko jika hamil. Sedangkan pada pria, salah satu kendalanya adalah pada masalah sperma yang dihasilkan testis. “Bisa jadi masalahnya terdapat pada kualitas sperma yang kurang, baik dari segi jumlahnya, volume, bahkan tingkat kekentalannya,” ujar Laksmi.
Untuk mengukur kualitas sperma, tidak bisa dilakukan dengan kasat mata melainkan harus dengan pemeriksaan makroskopis. Jika normalnya setiap bulan seorang wanita mengasilkan bakal telur sekitar 300 ribu - 400 ribu, untuk sperma paling tidak 20 juta per milimeter.
“Untuk jumlah standar dari WHO sekitar 20 juta per milimeter, bergerak progres, dan dengan bentuk normal,” tambah Laksmi. Bentuk normal dari sperma biasanya berkepala agak lonjong dan memiliki ekor yang panjang, karena bentuk sperma sudah didesain secara khusus untuk dapat menembus indung telur yang sudah siap dibuahi.
Normozoospermia
Apabila jumlah, gerakan, dan bentuk sperma normal
Oligozoospermia
Jumlah sperma tidak nomal
Asthenozoospermia
Gerakan sperma tidak normal
Terazoospermia
Bentuk sperma tidak normal
Severoligozoospermia
Jumlah sperma kurang dari 5 juta per milimeter
Kriptozoospermia
Sperma yang ditemukan satu atau dua ekor dalam beberapa lapangan pandang
Azoospermia
Tidak ada sperma dalam cairan mani
“Untuk kasus azoospermia, biasanya sperma masih tertinggal di testis suami,” ujar Laksmi. Laksmi juga mengatakan, yang dimaksud dengan gerakan progres adalah gerakan sperma yang maju dengan kecepatan tertentu untuk mencapai telur yang siap dibuahi. “sperma yang normal bergerak maju, jika sperma bergerak tidak teratur bahkan bergerak mundur berarti kualitas sperma tidak prima,” katanya.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas sperma pria, seperti masalah ejakulasi, karena pemakaian obat-obatan, merokok, alkoholik, gangguan imunologik, kelainan letak testis, varicolele (kelainan pembuluh darah testis), infeksi saluran reproduksi, kelainan hormon, berganti-ganti pasangan dan beberapa hal lain yang bisa mempengaruhi kualitas sperma.
Bahkan suhu pun juga mempengaruhi kualitas sperma. “suhu yang terlalu tinggi dapat merusak sperma, seperti duduk di atas mesin seperti pada supir bus kota, pria yang suka mandi sauna, bahkan yang bekerja dilingkungan radioaktif juga mempengaruhi,” kata Laksmi. Suhu normal yang baik untuk sperma yang berkualitas adalah dibawah 37 derajat Celcius, suhu dingin menurut Laksmi, tidak mempengaruhi kualitas sperma.
sumber: mediaindonesia.com
http://www.resep.web.id/seputar-sex/ketidaksuburan-pasutri-40-dari-faktor-suami.htm

Comments :

0 komentar to “Ketidaksuburan Pasutri, 40% Dari Faktor Suami”

Posting Komentar