Pencegah lebih baik daripada mengobati. Inilah yang selalu dikatakan ketika berhubungan dengan kesehatan. Kesehatan tubuh, terutama organ dalam tubuh, merupakan faktor penting dalam mempertahankan kehidupan. Salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting adalah ginjal.
Ginjal memiliki fungsi yang sangat vital bagi tubuh. Ginjal berfungsi mengolah racun dalam tubuh dan membuang sisa-sisa metabolisme. Ginjal juga berfungsi mengontrol tekanan darah dan membantu pembuatan darah merah, serta mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang. Oleh karena itu jika salah satu ginjal mengalami kerusakan akan terjadi penumpukan racun dalam tubuh yang dapat mengakibatkan kematian.
Spesialis penyakit dalam, ginjal, dan hipertensi, Dr Salim Lim SpPd, kepada SP mengatakan, saat ini hampir lima persen atau 10 juta penduduk Indonesia menderita penyakit ginjal. Sekitar 7.000 orang Indonesia mengalami gagal ginjal dan terus meningkat setiap tahun.
Spesialis penyakit dalam, Dr Tedhy Djaja Ateng SpPD, menambahkan, penderita penyakit ginjal biasanya tidak mempunyai gejala, dan baru diketahui setelah kerusakan ginjal mencapai 80 persen.
"Yang paling penting adalah melakukan pencegahan dini terhadap penyakit ginjal. Pencegahan dini penyakit ginjal dapat dilakukan dengan mengenali faktor risiko penyakit itu," ujar Tedhy pada simposium awam "Sayangilah Ginjal Anda", di Jakarta, belum lama ini. Simposium awam itu diadakan berkaitan dengan ulang tahun ke-83 Rumah Sakit Husada.
Faktor risiko sakit ginjal, ungkap Tedhy, adalah faktor keturunan, infeksi, trauma, dan kista. Faktor lainnya yang meningkatkan risiko penyakit ginjal adalah merokok, mengonsumsi obat-obatan berlebihan, dan asam urat tinggi. Faktor risiko tertinggi terkena penyakit ginjal adalah mereka yang memiliki penyakit hipertensi dan diabetes (kencing manis).
Sekitar 70 persen penyebab penyakit ginjal adalah hipertensi dan diabetes. Dia mengingatkan, seseorang yang menderita hipertensi dan kencing manis jika tidak dikontrol, maka dalam jangka waktu lima tahun akan menderita gagal ginjal atau ginjal sudah tidak dapat berfungsi lagi.
"Dengan mengatasi hipertensi dan diabetes bisa mencegah timbulnya penyakit ginjal. Sehingga penting dilakukan pencegahan dini dengan melakukan medical check up darah dan urine secara periodik, setiap enam bulan atau setahun sekali," tuturnya.
Saat ini, kualitas hidup penderita penyakit ginjal tetap dapat dipertahankan dengan baik, antara lain dengan mengubah gaya hidup maupun pengobatan. Pola makan yang sehat menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko penyakit ginjal. Disarankan minum air lebih banyak, mengurangi konsumsi protein hewani, susu, dan keju. Kemudian mengurangi makanan yang mengandung asam oxalat seperti cokelat, soda, dan vitamin C.
Gagal Ginjal
Gejala gagal ginjal dibagi dalam dua golongan, yaitu akut dan kronis. Gejala penyakit ginjal akut adalah bengkak pada mata kaki, nyeri punggung hebat, kencing berdarah, demam, kencing sedikit dan menjadi sering kencing. Sedangkan ketika gagal ginjal memasuki tahap kronis gejala yang timbul adalah sesak napas, nafsu makan berkurang, lemas tak bertenaga, air kencing berdarah dan berbusa.
Thedy mengutarakan, gagal ginjal akut dapat disembuhkan dengan total. Namun, gagal ginjal kronik tidak dapat disembuhkan secara total dan kerusakannya bersifat seumur hidup. Pengobatan untuk penderita gagal ginjal meliputi cuci darah (hemodialisis) atau cuci perut (peritoneal dialysis). Biaya terapi untuk melakukan cuci darah tidaklah murah. Cuci darah dilakukan setiap dua sampai tiga kali seminggu dan berlangsung seumur hidup.
Salim menambahkan, jika seseorang gagal ginjal dapat membangkrutkan keluarga. Proses pengobatan gagal ginjal berlangsung seumur hidup dan membutuhkan biaya sangat mahal. Dari 7.000 kasus gagal ginjal di Indonesia, hanya 1.000 orang yang dapat melakukan terapi pengobatan. Biaya untuk cuci darah mencapai Rp 7 juta sampai Rp 10 juta per bulan.
"Idealnya, jika terjadi gagal ginjal dilakukan transplantasi ginjal.
Masalahnya, tidak semua donor ginjal cocok. Biayanya pun sangat mahal, bisa mencapai 300 juta sampai 600 juta rupiah, berisiko gagal transplantasi dan terjadi infeksi. Karena itu, penting dilakukan sosialisasi penyakit ginjal sehingga masyarakat tahu dan lebih waspada," katanya.
Memang betul, lebih baik mencegah daripada mengobati, dan tentu saja lebih enak sehat daripada sakit. Dengan menghilangkan atau mengobati faktor risiko secara baik maka ginjal dapat terhindar dari kerusakan. Untuk mencegah terjadinya hal itu, sedini mungkin setiap orang melakukan medical check up dan menjalankan pola makan yang sehat, yang merupakan cara ter- baik mengurangi risiko gagal ginjal. [DLS/S-26]
Sumber: SUARA PEMBARUAN DAILY
http://www.suarapembaruan.com/News/2008/01/30/index.html


Comments :
Posting Komentar